Memadukan Didikan Zaman Dulu Dan Zaman Sekarang Pada Anak

Memadukan Didikan Zaman Dulu Dan Zaman Sekarang Pada Anak

Saat anda menjadi orang tua, atau anda yang akan menjadi orang tua. Apakah anda sudah ada bayangan bagaimana anda akan mendidik anak anda? Atau bagaimana cara anda mendidik anak tanpa menggunakan kekerasan, tapi tetap bisa membuat dia memiliki mental yang kuat? Karena zaman dulu orang tua mendidik anak dengan menggunakan kekerasan, memang tidak baik, tapi dengan cara itu bisa membuat anak-anak tumbuh dengan mental yang kuat.

Memadukan Cara Didik Zaman Dulu Dan Orang Tua Zaman Sekarang

Seperti yang kita ketahui, zaman dulu orang tua mendidik anak dengan menggunakan kekerasan. Baik kekerasan fisik atau mental, sehingga anak-anak tumbuh memiliki mental yang kuat. Dan memiliki attitude yang baik dan sopan. Dan orang tua zaman sekarang mendidik anak dengan jauh dari kata kekerasan baik fisik dan mental. Dan orang tua zaman sekarang lebih mendidik anak dengan memperbanyak komunikasi, yang hati ke hati.

Sehingga anak-anak jauh lebih terbuka pada orang tua. Sehingga anak-anak dengan orang tua mereka sangat dekat, seperti seorang kakak adik, atau seperti sahabat, dibangding orang tua dan anak. Sehingga anak lebih terbuka, dan lebih perasa. Lebih cepat dewasa dari segi pikiran, dan pintar. Kreatif dan pintar, keinginan tahuan mereka sangat besar. Tapi dampak negatif nya, anak sekarang memiliki mental yang lemah, dalam artian baperan, cepat tersinggung, dan mudah menyerah.

Dan emosi mereka lebih tidak terkontrol, dan egois. Karena secara mental mereka dimanjakan, dan orang tua cenderung memberikan apa yang mereka mau, dan kadang tanpa mereka meminta anda memberikan. Dan attitude mereka sangat kurang. Tidak sopan, karena dimanjakan ini. Apalagi ke orang lain yang baru atau tidak dikenal. Hanya sopan atau baik pada yang dikenal.

Sehingga kadang tidak apa jika orang tua harus menggunakan kekerasan dalam mendidik, tidak harus memukul secara keras. Masih batas wajar. Sekedar memberikan rasa sakit, jadi anak tahu jika dia melakukan kesalahan, maka akan mendapat hukuman.

Bukan fokus pada sakitnya dari dipukul, tapi membangun pikiran anak, yang tidak menyepelekan sesuatu, dan bisa belajar hal mana yang baik dan tidak. Dan orang tua harus lebih mendidik attitude anak, tidak hanya sopan dan takut pada orang tua atau orang yang dia kenal. Tapi sopan juga pada orang lain, yang tidak dia kenal.