Meski Sudah Mulai Tersingkir Sebagai Penyerang Utama Barcelona, Catatan Mentereng Luis Suarez Tetap Oke

Wristbandsupplies.com – Penyerang tunggul Barcelona yaitu Luis Suarez memang tengah mengalami penurunan performa usai sang penyerang baru saja menceploskan tiga gol saja dari enam pertandingan terakhir yang dimainkan oleh Barcelona. Alasan penurunan performa Suarez bukan tanpa sebab karena penyerang berusia 32 tahun itu kerap mendapatkan cedera yang membuatnya harus absen dalam beberapa pertandingan Barca.

Namun dalam skala statistik Luis Suarez sendiri dirinya mampu menjadi pemain yang kerap tampil luar biasa ketika musim sudah memasuki pertengahan musim hingga akhir musim. Penyerang berjuluk El Pestorello itu bisa membungkan kritikan yang menggapnya sudah tidak mengalami penurunan kareiernya di Cam Nou.

Beberapa waktu yang lalu ada yang menyebutkan jika penyerang timnas Uruguay tersebut sudah berada akhir kariernya di Catalan. Karena kedatangan Antoine Griezmann akan langsung menggeser posisinya sebagai penyerang utama klub. Akan tetapi dari statistik yang diungkapkan oleh Football news jika Suarez merupakan pemain yang bisa tampil mengesankan pada pertengahan musim.

Ketika baru bergabung dengan Barcelona sesudah insiden dari gigitannya kepada pemain bertahan milik Juventus yaitu Gergio Cheillini di ajang Piala Dunia 2014 yang lalu. Suarez pun mendapatkan sanksi hukuman selama tiga bulan sebelum pada akhirnya memutuskan bergabung dengan Barcelona.

Bersama Barca di musim perdananya mantan pemain Liverpool itu berhasil menorehkan 34 gol dan sang penyerang pun langsung berhasil membawa Barcelona menjuarai Liga Champions pada musim 2015 yang lalu. Torehan gol Suarez pun semakin menanjak dimusim berikutnya. Ia langsung berhasil meraih trofi El Pichichi pada musim 2016 dengan menjadi top skor La Liga dengan jumlah 45 gol selama semusim penuh.

 

Hazard : Saya Masih Tidak Percaya Bergabung Dengan Real Madrid dan Dilatih Zidane

Wristbandsupplies.com  – Pemain anyar Real Madrid, Eden Hazard mengatakan jika dirinya masih tidak percaya jika bisa bergabung dengan klub sekelas Loss Blanccos. Bagi Hazard bergabungnya dengan Real Madrid bagaikan mimpi yang telah terwujud selama ini.

Eden Hazard sendiri dibeli oleh Real Madrid dari Chelsea dengan harga mencapai 100 juta euro. Sebelum bergabung dengan Real Madrid, Hazard sudah mengabdi bersama Chelsea selama 7 musim. Tak ayal ia juga sudah mempersempahkan banyak trofi bergengsi, mulai dari dua trofi Premier League, empat trofi Piala FA, satu trofi Liga Eropa.

Dengan bergabungnya Hazard dengan raksasa Spanyol itu, membuat ia akan membuka bab baru dengan Real Madrid musim panas ini.  Dan sang pemain sendiri merasa sangat bahagia dengan keberhasilannya bergabung dengan Real Madrid karena mimpinya telah tercapai.

Hazard sendiri mengungkapkan kegembiraanya dengan bergabung dengan jawara terbanyak Liga Champions itu pada bursa transfer musim panas ini.

”Mimpi saya telah menjadi nyata, ketika saya masih belia saya bermimpi memakai seragam Real Madrid.” terang Hazard.

Dia juga menambahkan bagaimana ia menerima pinangan Hazard dengan mengungkapkan jika dirinya tidak bisa menolak tawaran untuk bergabung dengan El Real.

”Saat Real Madrid datang dan mengajak saya untuk bergabung saya tidak bisa menolaknya.”

”Ketika saya masih di Chelsea saya tidak bisa melupakan banyak hal disana. saya mendapatkan banyak hal . Namun ini merupakan petualangan baru untuk 7 tahun terakhir.”

Tidak hanya itu, Eden Hazard juga mengungkapkan seputar Zinedine Zidane yang merupakan idolanya sejak kecil. Ia tidak bisa membayangkan jika bisa dilatih oleh pelatih sekaliber Zidane yang telah menjadi idolanya sejak kecil.

”Poster Zidane ada dikamar saya ketika ia masih bermain sepak bola. Sekarang saya sudah dilatih olehnya.”

Bergabungnya Eden Hazard ke Real Madrid diyakini bisa menggantikan peran Cristiano Ronaldo yang telah pergi. Dan Hazard sendiri akan menggunakan nomor keramat Madrid yakni nomor 7 yang merupakan nomor sepenginggalan Cristiano Ronaldo.

Pep Guardiola Yakin Arteta Sudah Siap Untuk Melatih Klub

Wristbandsupplies.com – Manchester City nampaknya cepat atau lambat akan segera kehilangan sosok Pep Guardiola. Hal itu disampaikan Guardiola mengenai dirinya yang kemungkinan pergi dari Etihad dan sudah mendapatkan suksesor dirinya di City. Guardiola mengatakan jika sosok Mikel Arteta akan menjadi pelatih berikutnya The Cityzens andai ia memang hengkang dari Manchester City.

Nama Mikel Arteta memang sempat menjadi perbincangan ketika ia memutuskan bergabung dalam staff kepelatihan Pep Guardiola pada musim 2016 lalu. Dia bergabung dengan Pep yang resmi ditunjuk oleh Manchester City sebagai pelatih baru. Kala itu Arteta memutuskan pensiun dari sepak bola usai memperkuat Arsenal. Ia pun masih begitu muda yaitu 30 tahun ketika menjadi staff Pep Guardiola di Manchester City. Karier kepelatihan Arteta jelas masih benar-benar belumlah matang.

Sebenarnya sebelum Arteta pergi meninggalkan Arsenal untuk memutuskan bergabung dengan Manchester City. Ia memiliki kans yang besar untuk menggantikan sosok Arsene Wenger. Arteta dinilai sosok yang tepat untuk menjadi pelatih baru The Gunners. Namun manajemen Arsenal justru menolak untuk mempertahankan Arteta apalagi untuk memberikannya jabatan sebagai pelatih klub. Karena dia belum pernah menangani Arsenal yang pada saat itu tengah bermasalah.

Pada akhirnya Arsenal melepas Arteta dan satu musim kedepan mereka langsung resmi mempekerjakan sosok Unai Emery untuk menggantikan Arsene Wenger. Namun menurut Pep Guardiola sendiri yang merupakan rekan Arteta di Manchester City dalam kepelatihan klub. Ia beranggapan Arteta cepat atau lambat akan menangani sebuah klub besar. Bagi Guardiola Arteta telah siap untuk menjadi seorang pelatih dengan kualitas yang ia miliki.

”Mikel sudah memiliki pengalaman yang luar biasa dengan kualitas yang pernah ia mainkan. Saya pikir cepat atau lambat ia akan menangani sebuah klub besar. Dia memiliki etor kerja dan semangat tinggi untuk mengatur para pemain dilapangan. Dia juga bisa menangani para pemain dengan ego besar dan hal itu benar-benar dibutuhkan oleh seorang pelatih.” ujar Guardiola.

Bangun Jam 5 Pagi Dalam 30 Hari

Wristbandsupplies.com – Beberapa orang menyebutkan aktivitas pada pagi hari adalah sesuatu yang melelahkan dikarenakan tubuh tidak terbiasa untuk bangun pada pagi hari. Namun beberapa ilmuwan dari Universitas Harvard menyebutkan jika bangun pada pagi hari sebelum matahari terbit akan membuat suasana tubuh menjadi lebih fit dan produktivitas akan lebih meningkat. Tidak hanya itu Mood dalam suasana hati juga akan semakin meningkat yang membuat tubuh tidak mudah dalam keadaan stres.

Namun menurut pengalaman yang dibagikan oleh Arnold Junest yang merupakan CEO dan juga seorang pebisnis handal dia menyebutkan jika ketika kita bangun dalam pagi hari untuk hari pertama akan terasa sulit. Atau pada hari kedua hal tersebut jauh lebih sulit. Namun pada hari ke empat dan lima beberapa dampak Positif mulai dirasakan dan membuat pikiran dan juga hati mendapatkan rasa tenang yang sangat luar biasa. Tidak sampai disitu tubuh mendapatkan kelenturan yang jauh lebih baik biasanya.

“Saya rasa aktivitas di pagi hari jauh lebih baik dari pada di malam hari atau sore hari. Karena ketika kita bangun udara dan juga matahari mulai terbit dan hal itu memancarkan sebuah medan magnet yang membuat tubuh menjadi sangat positive. Saya juga melihat beberapa orang tua yang telah berumur 70-80 tahun mereka yang konsisten untuk bangun pagi sekitar pukul 4.00 memiliki tubuh yang jarang terserang penyakit yang mematikan. Dan hal itu memperpanjang usia anda.” Ucap Arnold.

Namun bagi Arnold hal yang penting dalam sebuah tujuan hidup maupun rutinitas adalah kekonsistenan. Sebab tanpa sebuah kata Konsisten sesuatu hal yang ingin dicapai akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal.

 

Firmino Pemain Paling Vital Liverpool

Wristbandsupplies.com – Roberto Firmino dinilai memiliki andil yang begitu besar bagi Liverpool terutama untuk sektor penyerangan. Firmino merupakan pemain yang bisa memberikan banyak kontribusi untuk alur penyerangan The Reds. Jurgen Klopp sendiri begitu mempercayakan pos utama untuk diisi oleh penyerang asal Brasil itu.

Liverpool sendiri kembali sukses memenangkan pertandingan Premier League pekan ke-5. Sadio Mane dkk berhasil melibas Newcastle United dengan skor 3-1 di Anfield. Dengan kemenangan itu Liverpool berada dipuncak klasmen dengan raihan 15 poin dari 5 pertandingan terakhid di EPL.

Nama Roberto Firmino sendiri tidak bermain pada pertandingan melawan Newcastle United. Ia hanya berada dibangku cadangan karena diparkir oleh Jurgen Klopp. Namun ketika Divock Origi mengalami cedera ia pun masuk untuk menggantikannya pada menit ke-37.

Masuknya Roberto Firmino membuat alur permainan Liverpool menjadi begitu menakutkan. Pada akhirnya pemain seperti Sadio Mane dan juga Mohamed Salah mampu mencetak gol. Meski Firmino tidak mencetak gol dirinya dinilai pemain pembeda pada pertandingan tersebut karena memberikan umpan-umpan yang memanjakan Mane dan juga Salah untuk membobol gawang lawan.

Eks pemain Liverpool periode 2000 an yakni Emile Heskey menilai jika kehadiran dari pemain berusia 28 tahun itu sangat vital untuk lini serangan The Reds. Sebab pemain seperti Firmino dapat memberikan alur bola yang cepat dan memanjakan penyerang Liverpool lainnya.

”Firmino memiliki peran yang unik, dia tidak mencetak banyak gol tetapi perannya begitu vital dalam penyerangan. Jika para pemain Liverpool mengumpan bola dia adalah pemain yang dengan mudah memberikan bola kepada Mane maupun Salah.”

”Saya pikir Firmino adalah pemain yang begitu penting dari kesuksesan yang bisa diraih oleh klub pada musim lalu dan juga musim ini.” tutup Emile Heskey.

Van Dijk Memang Pantas Menangkan FIFA Ballon d’Or 2019

Wristbandsupplies.com – Keberhasilan bek Liverpool Virgil Van Dijk masuk dalam kategori pemenang FIFA Ballon d’Or 2019 sempat mengejutkan banyak orang. Namun kelayakan dari Van Dijk untuk memenangkan Ballon d’Or pada musim ini dinilai pantas menurut pandangan dari bek Real Madrid Sergio Ramos. Ramos merasa jika peluang pemain bertahan mendapatkan Ballon d’Or tidak sebesar 10 tahun terakhir mengingat Messi dan juga Ronaldo mendominasi.

Sudah bukan rahasia lagi jika Virgil Van Dijk merupakan sosok penting bagi Liverpool musim lalu. Ia menjadi pemain yang mampu memberikan ketenangan dilini pertahan The Reds. Dan membuat pasukan Jurgen Klopp begitu tenang dalam melakukan serangan dan tekanan ke area pertahanan lawan. Nah, Van Dijk sendiri berhasil membawa Liverpool menjuarai ajang Liga Champions 2018-2019. Tidak hanya itu ia juga membawa Liverpool finish diposisi Runner Up Premier League dan juga Runner Up ajanag UEFA Nations League.

Kontribusi dari Van Dijk pun berbuah berkah pada beberapa waktu yang lalu. Bek berusia 28 tahun ini sendiri sudah berhasil mendapatkan prestasi individual untuk dirinya seperti menjadi pemain terbaik Liga Premier Inggris musim lalu, dan juga pemain terbaik Liga Champions serta pemain terbaik UEFA 2019. Keberhasilan Van Dijk memenangkan banyak penghargaan tersebut pun mendapatkan banyak kritikan dari berbagai pengamat. Mereka mengatakan jika pemain seperti Lionel Messi dan juga Cristiano Ronaldo jauh lebih layak untuk memenangkannya

Akan tetapi menurut penilain Sergio Ramos, jika Van Dijk memang layak untuk memenangkannya. Apalagi jika dia juga berhasil memenangkan FIFA Ballon d’Or 2019. Karena keberhasilan Van Dijk membantu Liverpool menjuarai ajang sih Kuping Besar musim lalu.

”Mungkin banyak yang merasa jika dia tidak pantas untuk mendapatkannya. Karena dia tidak mencetak banyak gol dan ia berposisi sebagai pemain bertahan. Tetapi menurut saya ia memang pantas untuk memenangkan trofi itu FIFA Ballon d’Or 2019. Karena dia berhasil membantu Liverpool menjuarai Liga Champions dan juga diberbagai ajang lainnya. Mungkin nama Messi dan Ronaldo lebih pantas karena mereka mencetak banyak gol. Tetapi peran pemain bertahan juga memiliki andil besar untuk kesuksesan sebuah tim.” Terang Sergio Ramos.

Benzema : Pelatih Meminta Saya Untuk Membuka Ruang Kepada Ronaldo

Wristbandsupplies.com – Penyerang Real Madrid, Karim Benzema mengatakan jika dirinya memberikan pengalaman dan menceritakan banyak hal bagaimana ia menjadi striker yang tidak banyak mencetak gol namun bisa membuka ruang kepada pemain seperti Cristiano Ronaldo maupun Gareth Bale untuk bisa mencetak banyak gol.

Karim Benzema sendiri merupakan penyerang sudah membela Real Madrid selama 10 musim, ia menjadi pemain yang juga paling lama bermain dengan Cristiano Ronaldo sebagai penyerang dan bisa berduet dengan mega bintang asal Portugal dengan kesuksesan yang telah mereka raih.

Namun torehan gol dari Benzema sendiri tidak terlalu mengindahkan. Ia dinilai penyerang yang tidak terlalu tajam padahal hal itu adalah karena strategi dan taktik yang diterapkan oleh pelatih untuk bisa membuat Cristiano Ronaldo mencetak banyak gol demi bisa memenangkan tim.

Nah, kini Benzema pun memberikan konfirmasi bagaimana perannya sebagai striker tidak terlalu efektif ketika bermain dengan Ronaldo.

”Saya sebagai penyerang nomor 9 terlalu banyak pertanyaan mengapa saya tidak bisa mencetak banyak gol untuk tim ini. Ini murni adalah taktik yang diterapkan oleh para pelatih.”

Dia juga mengatakan bagaimana perannya dalam bermain, dimana ia menjadi striker yang bisa memberikan ruang gerak kepada Ronaldo agar pemain asal Portugal itu dapat mencetak banyak gol. Benzema justru menilai jika dirinya berkorban agar Ronaldo terus mencetak gol karena ia adalah pemain yang harus begitu diandalkan.

”Ronaldo adalah pemain yang bisa mencetak banyak gol dimana pun dia bermain. Ia bisa berman di kiri dan juga penyerang utama. Saya harus mendengarkan bagaimana pelatih meminta saya untuk membuka ruang untuk Ronaldo akan dia bisa masuk ke dalam kotak penalti dan dia bisa mencetak gol.” ujar Benzema.

Fernando Llorente Resmi Kembali ke Serie A

Wristbandsupplies.com – Klub asal Serie A yaitu Napoli akhirnya berhasil mendatangkan pemain baru tambahan di menit-menit akhir penutupan bursa transfer. I Parteinopei berhasil mendaratkan mantan penyerang Juventus yakni Fernado Llorente. Sang penyerang berhasil didatangkan dengan status bebas transfer.

Seperti yang sudah diketahui jika Fernando Llorente pernah membela Juventus selama tiga musim lamanya. Ia menjadi andalan eks pelatih Juve, Antonio Conte untuk menjadi penyerang adalan Sih Nyonya Tua. Namun sang striker hanya bisa bertahan selama tiga musim karena dirinya tersingkir dengan kedatangan Mario Mandzukic kala itu. Llorente didatangkan Juventus pada musim 2013-2016 dari Atletic Bilbao dan pemain asal Spanyol didatangkan Juve dengan gratis.

Llorente juga sudah membela banyak klub eropa setelah meninggalkan Turin, tercatat ia pernah membela Sevilla semusim, lalu bergabung dengan Swansea City dan yang terakhir bermain untuk Tottenham Hotspurs. Bersama Tottenham ia bahkan berhasil membawa klub asal London tersebut menembus partai final Liga Champions musim lalu sayang mereka harus kalah melawan Liverpool. Nah, masa depan pemain berusia 34 tahun tersebut pun tidak mendapatkan perpanjangan kontrak dari klub sehingga ia tidak memiliki klub, dan kini kembali ke Italia untuk memperkuat Napoli.

Napoli sendiri sudah mengkonfirmasikan kedatangan Fernando Llorente, mereka meresmikan kedatangkan sang striker di akun Twitter mereka. Llorente sendiri selama bermain di Serie A dengan memperkuat Juventus ia total hanya membekukan 27 gol saja dengan 92 penampilan yang sudah di jalani ketika berkostum I Biancconerri.

Dan sekarang Fernando Llorente akan mencoba membantu Napoli untuk bisa menghancurkan mantan klubnya Juventus di Serie A musim ini. Akankah keberhasilan Llorente bersama Napolit meruntuhkan kedikdayaan Juventus di Serie A? Mari kita nantikan pertandingan Serie A musim ini.